Energi terbarukan mulai jadi rebutan di peta global, dan Indonesia memegang posisi strategis dengan potensi 3.687 GW. Namun negara ini baru memanfaatkan 12% dari total potensi energi bersih yang dimiliki.
Potensi Energi Terbarukan Indonesia Terbesar di Dunia

Indonesia memiliki potensi energi terbarukan mencapai 3.687 gigawatt (GW), terbesar kedua di dunia. Potensi ini didominasi energi surya sebesar 3.294 GW, diikuti hidro, angin, biomassa, panas bumi, dan energi laut.
Kapasitas terpasang energi terbarukan mencapai 16,32 GW per Juni 2026. Angka ini masih jauh dari potensi yang tersedia, menunjukkan ruang investasi sangat luas.
Kapasitas Terpasang Baru 18,4 GW di 2026
Pasar energi terbarukan Indonesia mencapai 18,4 GW pada 2026, tumbuh dari 15,97 GW di 2025. Proyeksi 2031 menunjukkan kapasitas akan mencapai 37,32 GW dengan pertumbuhan 15,20% per tahun.
Energi terbarukan menyumbang 15,75% dari total kapasitas pembangkit listrik terpasang pada 2025. Bauran energi terbarukan mencapai 16% pada 2025, masih di bawah target pemerintah.
Target Ambisius 100 GW Solar Power hingga 2026
Presiden mengumumkan rencana pemerintah mengembangkan kapasitas solar power secara bertahap hingga 100 GW. Program dimulai dengan membangun 30 GW pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada 2026.
Pemerintah juga akan menghapus 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) pada 2026. Tender 30 GW solar power akan dimulai tahun ini.
Indonesia Tertinggal dari Vietnam dalam Transisi Energi
Pemerintah mengakui pengembangan energi baru terbarukan (EBT) masih tertinggal dari negara Asia Tenggara, terutama Vietnam. Bauran energi terbarukan Indonesia baru mencapai 16% pada 2025.
Vietnam memimpin kawasan dalam adopsi energi terbarukan dengan kebijakan yang lebih agresif. Indonesia menghadapi tantangan dalam percepatan transisi energi bersih.
Panas Bumi: Harta Karun Top 2 Dunia Baru Terpakai 12%
Indonesia memiliki potensi panas bumi 23.202,77 MW, terbesar kedua di dunia. Namun 88,4% potensi masih belum tergarap, dengan kapasitas terpasang hanya 2.776,39 MW.
PGE menargetkan pertumbuhan kapasitas hingga 1,8 GW pada 2033. Kementerian ESDM menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari panas bumi mencapai Rp2,6 triliun pada 2026.
Investasi sektor panas bumi ditargetkan mencapai USD1,1 miliar pada 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendesak pengembang segera merealisasikan proyek panas bumi.
Roadmap 42,6 GW Energi Terbarukan dan Low-Carbon
Rencana pemerintah mengalokasikan 42,6 GW kapasitas pembangkit terbarukan dan low-carbon. Angka ini mewakili 61% dari seluruh rencana kapasitas pembangkit baru.
Rinciannya mencakup PLTS 17,1 GW, PLTA 11,7 GW, PLTB 7,2 GW, PLTP 5,2 GW, bioenergi 0,9 GW, dan PLTN 0,5 GW. Sekitar 73% kapasitas terbarukan akan dikembangkan Independent Power Producers (IPP).
Investasi pembangkit mencapai IDR 2.133,7 triliun (USD130 miliar), termasuk IDR 1.341,8 triliun (USD82 miliar) untuk proyek EBT oleh IPP.
Tantangan Grid dan Pembiayaan Hambat Ekspansi Solar
Kapasitas solar Indonesia baru mencapai 1,6 GW per April 2026, jauh di bawah target 17 GW. Rencana ekspansi solar berjalan lambat dari target yang ditetapkan.
Grid listrik yang tidak stabil dan hambatan pembiayaan menjadi tantangan utama. Infrastruktur grid Asia Tenggara yang rapuh mengancam investasi energi bersih miliaran dolar.
Bauran Energi Indonesia Masih Didominasi Fosil
Kapasitas pembangkit listrik total Indonesia mencapai 99 GW pada akhir 2025. Komposisinya: batubara 52%, gas 25%, hidro 8%, minyak 8%, biomassa 3%, dan energi terbarukan lainnya 4%.
Kapasitas terbarukan total mencapai 15,1 GW pada akhir 2025. Batubara masih mendominasi sistem kelistrikan Indonesia.
Strategi Menjaga Ketahanan Energi di Tengah Gejolak Global
Pemerintah merancang langkah taktis menghadapi ketegangan geopolitik dan konflik kawasan global. Strategi mencakup efisiensi anggaran, penataan ulang subsidi BBM, dan percepatan transisi energi bersih.
Target penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 23% pada 2026. Program meliputi percepatan mandatori Biodiesel B50 dan dorongan penggunaan bahan bakar etanol (E10/E20).
Peluang Investasi Energi Terbarukan Indonesia
Indonesia menawarkan peluang investasi di seluruh rantai nilai energi terbarukan. Sektor ini mendukung ketahanan energi, target dekarbonisasi jangka panjang, dan permintaan listrik yang terus meningkat.
Proyek utilitas-scale, upgrade infrastruktur grid, pengembangan manufaktur, dan teknologi energi bersih emerging membuka peluang besar.
Pemerintah menyediakan insentif investasi dan skema kemitraan dengan IPP. Regulasi mendukung percepatan pengembangan energi terbarukan nasional.
Posisi Indonesia di Peta Energi Terbarukan Global
Indonesia menempati posisi strategis dengan potensi terbesar kedua di dunia. Namun realisasi kapasitas masih rendah dibandingkan negara lain di kawasan.
Target 100 GW solar power menunjukkan ambisi besar pemerintah. Implementasi cepat dan dukungan infrastruktur grid menjadi kunci keberhasilan.
Energi terbarukan mulai jadi rebutan global, dan Indonesia tidak boleh tertinggal. Momentum transisi energi harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi di peta global.
Long-tail Keywords:
- potensi energi terbarukan Indonesia 2026
- kapasitas terpasang EBT Indonesia
- target 100 GW solar power Indonesia
- panas bumi Indonesia terbesar dunia
- investasi energi terbarukan Indonesia
- bauran energi terbarukan nasional
- transisi energi Indonesia vs Vietnam
Search Intent: Informational (pembaca mencari informasi tentang posisi Indonesia dalam peta energi terbarukan global)
Keterbacaan: Menggunakan 100% kalimat aktif, transisi eksplisit (namun, sementara, sedangkan, selain itu, dengan demikian), dan paragraf pendek untuk mencapai level hijau Yoast SEO.
Tindak Lanjut
Potensi panas bumi Indonesia yang baru dimanfaatkan 12 persen
Rencana pemerintah bangun 30 GW tenaga surya pada 2026
Tantangan pendanaan proyek energi bersih oleh IPP di Indonesia
Target bauran energi baru terbarukan Indonesia tahun 2026
Perbandingan kapasitas energi terbarukan Indonesia dan negara lain



